Tanda Tuhan Selalu Ada Bersama Kita

Donny Setiawan
4 min readDec 7, 2023
Foto oleh rashid khreiss via Unsplash

Mungkin terkadang kita mempertanyakan, di mana Tuhan?

Mungkin terkadang kita meragukan kehadiran sosok Tuhan di diri kita.

Buktinya, kita selalu lalai dalam mengerjakan atau mengesampingkan perintahnya.

Sebagai seorang muslim, mungkin, dalam melaksanakan sholat hanya waktu magrib saja atau hanya waktu sholat Jumat. Atau justru untuk sholat Jumat saja tidak pernah.

Terkadang, kita mengaku sebagai seorang yang beragama. Namun, di sisi lain diri kita juga memperlihatkan keraguan dalam menjalankan perintah-Nya.

Ya, memang benar kita selalu lalai dalam mengerjakan perintah-Nya. Meragukan kehadiran-Nya. Itulah mengapa diri kita terus merasa tidak terpenuhi dalam menjalankan ibadah kita. Selalu merasa ada sesuatu yang hampa di diri kita.

Kita mungkin saja melakukan ibadah, ya, karena itu sebuah kewajiban, bukan?

Kita mungkin melaksanakan ibadah tanpa pernah mau bertanya, mengapa saya melaksanakannya, ya?

Kita mungkin menganggap sebuah rutinitas pasif tanpa mau hadir sepenuhnya dan tanpa mau mengenal lebih ‘sosok yang memerintah ini’.

Mengapa kita beribadah? Untuk muslim, mengapa Anda harus sholat lima waktu dalam sehari? Mengapa harus menjauhi larangan-Nya? Mengapa harus membaca Al-quran sebagai pedoman hidup? Mengapa?

Semakin kita lalai semakin kita meragukan kehadiran sosok Tuhan di dalam diri kita.

Semakin kita meragukan semakin kita jauh hubungan kita dengan sosok Tuhan di dalam diri kita.

Semakin jauh hubungan semakin angkuhnya diri kita.

Sebab ciri orang angkuh adalah orang yang tidak mau tahu siapa sosok Tuhan-Nya. Sebab ia merasa, dialah, yang maha tahu dan kuasa atas dirinya. Baginya, Tuhan hanya embel-embel yang digunakan agama untuk mengikuti tradisi mereka.

Mungkin, kita lalai. Mungkin, kita seperti orang yang tak mengenal Tuhan diri kita. Mungkin, kita tak pernah sadar mengapa kita diciptakan. Mungkin, kita memang makhluk yang lalai dan berdosa.

Mungkin, kita tahu bahwa neraka itu tempatnya rasa pedih. Mungkin, kita tahu bahwa surgalah tempat paling indah. Mungkin, itulah alasan dasar mengapa manusia melakukan ibadah. Tanpa mau mengenal siapa sosok Tuhan-Nya.

Tanda Tuhan Selalu Ada Bersama Kita

Manusia hidup di dunia tidak sendiri.

Kenyataannya, memang ada makhluk lain yang hidup berdampingan dengan kita. Sebut saja, makhluk yang tak kasat mata.

Ya, sebagai orang yang tekun dengan agama pastinya kita semua setuju dan mempercayai bahwa adanya makhluk tak kasat mata ini.

Benar, tapi apakah Anda benar-benar mempercayai dan menyakini itu? Tapi, mengapa Anda tidak pernah melihatnya langsung?

Itulah tanda kebesaran Tuhan yang mengaruniai alam semesta ini. Bumi bagi-Nya hanyalah setitik semesta yang ia ciptakan.

Apalah daya bagi orang yang benar-benar jauh dari Tuhan-Nya. Betapa ia dirugikan dengan kenyataan itu. Bahwa, bumi yang bagi kita maha luas ini, di mata Tuhan hanyalah setitik alam semesta.

Lalu, masih adakah lagi alam semesta lain? Ya. Tuhan Maha Segalanya dan Maha Mengetahui bagi makhluk-makhluk ciptaan-Nya.

Hidup kita memang sudah terpenuhi. Segalanya mudah untuk didapati. Uang memberi kita rumah, memberi makan, memberi kita kesenangan. Waktu memberikan kita rasa puas. Dunia sangat mencukupi hidup kita. Segalanya ada.

Tapi, ingat. Diantara banyak kesenangan-kesenangan yang kita dapati setiap hari selalu ada hal yang tidak menyenangi kita.

Perasaan sedih, marah, kecewa, frustrasi, takut, tinggi hati, iri, dengki, cemburu, tidak puas, segalanya. Hal-hal yang membuat kita takut.

Itulah tanda kebesaran Tuhan yang mengaruniai alam semesta ini. Bumi bagi-Nya hanyalah setitik semesta yang ia ciptakan.

Sadarkah, mengapa tiba-tiba kita dilanda musibah atau hal-hal yang tidak menyenangkan bagi kita? Misalnya, hidup Anda sudah tenang, segala hal sudah tercukupi, keluarga utuh, atau kesehatan Anda selalu terjaga namun tiba-tiba tetangga Anda, yang Anda kenal baik, tiba-tiba bergosip dan mengomentari Anda atau bahkan hidup Anda atau keluarga Anda yang sehat-sehat?

Sadarkah, mengapa tiba-tiba ada orang yang tidak menyukai Anda dan selalu berusaha membuat Anda merasa dirugikan?

Sadarkah, mengapa orang yang Anda kenal baik-baik saja tiba-tiba menjauhi Anda? Memusuhi Anda?

Siapa yang kita salahkan? Diri kita? Atau, ya, jelas mereka yang kita salahkan. Sebab, mereka berbuat buruk kepada kita. Dan kita otomatis mempertahankan diri kita dengan melawan, bukan?

Ya, berbuat buruk lagi kepada mereka!

Ironis mengetahui hal itu. Sebab kita manusia yang hidup tidak sendirian di bumi ini, wajarkah kita memiliki pemikiran tersebut?

Ya, tidak. Atau jangan sampai begitu.

Ingatlah, bahwa Tuhan selalu punya cara memperlihatkan diri-Nya kepada kita. Mungkin kita tidak pernah melihat wujud fisik di mata kita. Tapi, Tuhan Pencipta Segalanya dan Maha Mengetahui bagi makhluk-makhluk ciptaan-Nya.

Tuhan memperlihatkan ke diri kita, dengan cara yang halus dan kasih.

Tuhan memperlihatkan ke diri kita dengan kejadian-kejadian yang menganugerahi kita. Rasa senang, bahagia, tercukupi, sehat adalah atas pemberian-Nya.

Tuhan pula memperlihatkan ke diri kita dengan kejadian-kejadian yang menimpa kita, seperi diomongi orang, tidak disukai, dibenci, dijauhi, dimusuhi, dan segala macamnya.

Tidak sadarkah kita atas semua itu?

Mungkin Tuhan ingin mendorong kita ke arah yang lebih baik. Mungkin Tuhan ingin menyadarkan kita supaya terus bergerak di tengah rasa cukup.

Tuhan selalu ada untuk kita, maka beryukurlah karena tanpa hadirnya Tuhan, betapa meruginya makhluk itu.***

--

--