Mengapa Pendidikan Itu Penting

Foto oleh Kelly Sikkema via Unsplash

Perkembangan Individu Sebagai Manusia

Aristoteles memiliki pandangan mengenai isi alam di muka bumi ada 2, antaranya:

  1. Makhluk hidup (organis)
  • tumbuhan, hewan, dan manusia

2. dan, Benda mati (anorganis)

  • tanah, pasir, air, dan sebagainya

Sementara makhluk hidup (organis) dapat dibagi menjadi 3 bagian, yaitu:

  1. Anima Vegetiva (makhluk hidup yang hidupnya hanya bergantung pada alam)
  2. Anima Sensitiva (makhluk hidup yang hidupnya dapat digerakan oleh naluri atau insting (sense)
  3. Anima Intelektiva (makhluk diup yang hidupnya sama seperti kedua jenis sebelumnya, namun memiliki kemampuan khusus seperti kecerdasan (intelektual).

Pada dasarnya makhluk hidup yang baru lahir lemah, namun terdapat perbedaan antara hewan (anima sensitiva) dan manusia (anima intelektiva).

  1. Hewan lahir memang sudah dibelaki insting (sense) saat ia hidup, dan saat ia bertahan hidup.
  2. Sementara, manusia adalah makluk yang paling lemah. Manusia lahir tidak dibekali insting dan tidak berdaya, maka perlu adanya perlindungan dari manusia lain (yang lebih dewasa). Namun, dibalik itu manusia memiliki potensi yang lebih besar ketimbang dua makhluk sebelumnya.

Manusia pada dasarnya memang makhluk paling rentan dan lemah, sehingga perlu adanya pengawasan dan pengajaran.

Hampir seluruh tingkah laku manusia adalah hasil dari proses belajar.

Melalui keunikannya, manusia dapat belajar melalui pengalaman. Dengan kata lain, manusia perlu adanya pendidikan. (hewan yang dapat dididik).

Pengetahuan

Bisa dikatakan jika setiap manusia bisa kapan saja mendapatkan atau menemukan pengetahuan. Katakanlah, ia menggunakan proses penalarannya terhadap keeksistensian di bumi. Ia berpikir dan menalar terhadap apapun yang menjadi pusat perhatiannya. Ketika proses penalaran dan berpikir itu maka bisa dikatakan manusia itu tengah berusaha mendapatkan pengetahuan.

Pengetahuan bisa dalam bentuk apa saja, kebanyakan yang kita tahu ada di dalam tempurung kepala kita — otak.

Dengan kata lain adalah konsep atau hasil penalaran yang telah dimaknai melalui penamaan. Maupun penamaan itu dapat berkembang lagi, sehingga muncullah lagi cabang-cabang pengetahuan lain, namun masih memiliki hubungan satu sama lain.

Misalnya, ilmu linguistik yang mempunyai induk pengetahuan bahasa. Berbagai macam ahli bahasa (manusia yang mempunyai lebih banyak pengalaman serta pengetahuan lebih terhadap objek yang dikaji) menyebut bahwa asal manusia menciptakan bahasa adalah untuk berkomunikasi, demi menjaga kelompoknya, maka secara tak langsung mereka mengajarkan pengetahuan bahasa melalui bahasa.

Sementara, pengetahuan akan terus ada dan berkembang selama manusia hidup muncul pengetahuan baru dalam bidang bahasa, seperti linguistik modern yang menyebut lebih terperinci mengenai masalah terhadap pengetahuan bahasa.

Singkatnya, pengetahuan menciptakan pendekatan antara pengalaman-pengalaman

Pengetahuan bisa dibagi menjadi beberapa hal:

  • Pengetahuan yang diperlukan — dan senantiasa masih terus dikembangkan oleh manusia hingga saat ini. Misalnya: berbagai macam ilmu astronomi, ilmu bahasa, ilmu sosial, atau ilmu ekonomi dan sebagainya

Ilmu

Apakah berbeda antara pengetahuan dan ilmu?

Jawabannya jelas berbeda. Pengetahuan dapat kapan saja muncul dan jumlah tak terhingga, sementara ilmu hanya sekumpulan pengetahuan-pengetahuan yang lengkap sehingga dapat dirangkum dan dikatakan sebagai ilmu.

Ilmu hanya mencakup beberapa bidang. Baik dari segi kegunaan harus bermanfaat.

Ilmu tidak akan ada jika tidak mengandung pengetahuan. Pengetahuan lahir dari proses penalaran manusia.

Tidak akan ada ilmu jika tidak ada pengetahuan yang valid atau benar. Sebab, kebenaran merupakan dasar dari pengetahuan.

Pendidikan

Mengapa pendidikan itu penting?

Nyatanya, selain menjadi penyeimbang, pendidikan ada karena memang pada dasarnya manusia itu makhluk yang perlu dididik. Tidak seperti binatang yang bisa kapan saja dan bertindak semaunya.

Manusia itu anima yang memiliki potensi sangat besar dan memiliki keunikan ditahap tingkat kognisi, ketimbang makhluk hidup (anima) lainnya seperti hewan dan tumbuhan.

Pendewasaan

Kenapa pendidikan itu penting? Mengapa pendewasaan itu juga penting? Dan apa hubungan diantara keduanya jika sama-sama penting dalam perkembangan manusia. Dari masa kanak-kanak hingga masa pubertas atau menuju pendewasaan.

Siapa yang menyangka dan menyadari, bahwa seseorang untuk menjadi seorang terdidik atau pendidik haruslah sadar akan jati dirinya.

Belumlah tepat apabila manusia yang belum dewasa dapat terdidik, sementara proses perkembangannya terhambat.

Ada ciri mengenai sebetulnya seperti apa manusia dewasa secara utuh itu, antaranya:

  • Stabil — dalam arti tidak mudah atau sering berpindah-pindah atau masih belum memiliki ketetapan terhadap diri sendiri. Tidak pernah puas terhadap diri sendiri dan belum mengetahui dirinya.

Mengapa menjadi pendidik perlu dewasa?

Apa yang terjadi apabila si pendidik belum dewasa, dalam arti masih sering berpindah-pindah haluan terhadap sikap dirinya?

Sebagai pendidik jelas mempunyai tujuan dan tugas sebagai pengarah manusia supaya terdidik selama proses perkembangan peserta didik.

Ada ciri khusus yang membedakan antara pendidik dan peserta didik, dan keduanya ada memang karena saling melengkapi dan menghubungkan.

  • Pendidik — secara jasmani dan rohani harus memenuhi syarat sebagai manusia yang dewasa (dalam arti mempunyai penegakkan terhadap dirinya). Namun apabila ia masih belum bisa menguasai diri, akibatnya tujuan dan tugas sebagai pendidik akan menghambat jalan terjadinya timbal-balik proses belajar terhadap peserta didik.
  • Peserta Didik — haruslah manusia yang masih belum memiliki pengelaman. Walau peserta didik adalah rata-rata manusia yang masih ‘setengah matang’, namun jika minat peserta didik atas ketidaktahuannya terhadap ilmu yang baru, maka selama pembelajaran dapat berjalan dengan seusai tujuannya — mengarah atau mendidik manusia agar supaya menjadi matang di kehidupan nantinya.

Pendidikan Sepanjang Masa

Artinya apa pendidikan sepanjang masa? artinya belajar seumur hidup. Kita (manusia) adalah pelajar, sementara dunia (alam) adalah sekolahnya.

Artinya selama waktu kita ada di dunia, selama kita menjalani kehidupan di dunia maka disitu manusia akan terus belajar.

Menjadikan alam semesta menjadi sekolah sepanjang masa kita. Maka hal-hal yang menakutkan sekalipun akan sirna.

Manusia adalah makhluk organis yang tingkah lakunya didasari oleh proses (pengalaman).

Kalau manusia itu buruk, dalam artinya kita sebagai manusia yang bermasyarakat, maka buruk pula pengalaman yang telah ia terima.

Jika manusia itu baik, dalam artian sebagai manusia yang bermasyarakat baik segi pendidikan, moral, ataupun etika (tingkah laku), maka baik juga apa-apa yang telah ia terima sepanjan pengalamannya.

Tidak ada manusia yang terlahir langsung jahat. Film Joker menandakan hal tersebut, dengan memasukan nilai pengalaman terhadap seorang joker.

Keberhasilan/Kebahagiaan Manusia Didasarkan Pengalaman

Ada beberapa hal yang sebenarnya melalui pengalaman manusia dapat mempengaruhi bagaimana ia (seperti apa):

  • Mental
  • Kepercayaan diri
  • Pola pikir
  • Kesuksesan
  • Kebahagiaan

Inilah yang dimaksud dari keberhasilan atau kebahagiaan manusia, tergantung dari mana ia telah sampai (pengalaman). Jika orang tersebut sebetulnya sudah banyak berbuat — baik di bidang tertentu — maka tidaklah heran bahwa manusia itu (akan) berhasil.

Contoh saja Steve Jobs atau Elon Musk. Kedua tokoh itu mungkin saja tidak akan berhasil jika mereka ‘tidak banyak melakukan’ terhadap apapun yang ingin mereka raih.

Elon Musk (sebagai contoh saja) mungkin saja sudah banyak melakukan tindakan (trial-eror) sampai akhirnya ia dapat menerbangkan roket ke luar angkasa. Mungkin, sebelumnya sudah mengalami banyak kegagalan.

Atau sebelumnya Elon Musk sudah banyak membaca buku mengenai ‘roket’, sehingga memotivasi dirinya dan meyakininya bahwa ‘pengalaman’nya tersebut yang bakal mengarahkannya pada kesuksesannya kelak. DAN BENAR SAJA TERJADI!

Keberhasilan/Kesuksesan/Kepercayaan Diri/Keahlian manusia semuanya diukur dari pengalamannya. Semakin banyak pengalaman manusia tersebut, semakin berhasil/sukses/percaya diri/ahli manusianya.

Hipotesis Pemerolehan Pengalaman Manusia yang Mempengaruhi Nasib/Sikap/Kepribadian Manusia

Tabel Growth Mindset (Pola pikir berkembang)

Di dalam tabel diperlihatkan terdapat beberapa pola, ada yang membentuk seperti gelombang (pengalaman) yang selalu meliputi kotak-kotak (manusia) serta panah-panah (perolehan) dan garis-garis (hasil) yang memotong ketiga pola sebelumnya.

Garis Netral

Pada dasarnya seluruh bentuk di muka bumi memiliki sifat netral (tidak buruk/baik). Semuanya tergantung (kembali) berdasarkan pengalaman. Jika terus-terusan digunakan/dimaknai buruk, maka jadilah bentuk tersebut buruk — manusia, benda, dan segala macamnya.

  • Garis netral tepat berada di tengah-tengah antara setiap manusia, dan pengalaman.
  • Garis netral adalah produk asal manusia. yang kadang kala turun-naik (sedih, marah, kecewa, percaya diri, tidak percaya diri, bahagia, dan sebagainya)
  • Garis netral menjadi titik kunci pemerolehan pengalaman dan perkembangan manusia

Garis Percaya Diri

Garis percaya diri merupakan titik yang paling ingin dicapai manusia. Segala tujuan ketercapaian manusia bermula dari titik ini. Jika ada manusia yang sempat merasa adanya ‘perbedaan’ antara dirinya dan manusia lain, maka garis inilah yang bisa menjadi penyebabnya.

Manusia juga berlomba-lomba agar dapat mencapai pada titik ini, agar dapat mengurangi kesulitan selama hidupnya.

  • Garis percaya diri menjadi tujuan terjadinya proses berkembang manusia
  • Garis percaya diri menjadi pembeda antara manusia lain
  • Garis percaya diri menjadi titik paling tinggi pada konsep perkembangan manusia

Garis Tidak/Kurang Percaya Diri

Di garis ini biasanya dialami banyak manusia yang sering mempertanyakan dirinya terhadap keeksistensiennya — kebanyakan bersifat buruk. Di titik ini pula manusia dapat menganggap dirinya tidak berguna dan tidak utuh. Namun, tak sedikit pula melalui ketika berada pada titik ini, manusia mulai bergerak. Tujuannya satu, menaik (ke titik percaya diri dengan menggunakan pengalaman yang ia dapat.

Tugas manusia jika berada di titik ini adalah meraih pengalaman dari berbagai cara dan sumbernya. Karena hanya ada satu-satunya jalan jika ia mau berada di garis netral atau garis percaya diri. Kadang pula hanya berada di garis netral sangat baik.

  • Garis tidak percaya diri adalah titik terendah manusia
  • Garis tidak percaya diri bisa menjadi pemicu manusia mau belajar (meraih pengalaman)
  • Garis tidak percaya diri merupakan penyebab manusia meragukan dirinya sendiri (kurang minat, sedih, depresi, dan semacamnya)

Garis Pengalaman

Garis pengalaman merupakan menjadi sumber manusia menggapai tujuannya. catatan: garis yang bergelombang dari manusia ke manusia lain tidak memiliki hubungan satu sama lain — garis hanya digunakan sebagai pembeda pemerolehan antara satu manusia ke manusia lain.

  • Garis pengalaman adalah pembeda pemerolehan antar manusia — ada yang beda di atas manusia lain, begitu pun sebaliknya
  • Garis pengalaman adalah aset kualitas manusia

Panah Flow

Panah arus atau biasa diartikan sebagai naik-turunnya suatu pemerolehan pengalaman (dari mendapatkan, berkurang, dan mempertahankan). Pada dasarnya tiap wujud apapun apabila masih berada dalam satu garis waktu, maka pasti akan turut mengikuti arus tersebut — semuanya memiliki masa waktu, seiring berjalannya waktu dapat berkurang ataupun bertambah.

Terdapat panah naik dan panah turun. Panah naik menandakan seseorang sedang berproses (mendapatkan pengalaman). Dari tingkat yang menunjukan naik ini, manusia bisa dikatakan sedang belajar dan meraih sesuatu sehingga ia dapat berada di posisi tertentu.

Panah turun sebaliknya, merupakan panah penentu bagaimana pengalaman itu tidak selalu atau selamanya ada. Kadang kala ada naik-turunnya, tergantung proses waktu. Pana ini juga disebut panah flow — yang diakibatkan oleh hukum waktu.

  • Panah flow naik-turun menjadi penanda bahwa pemerolah terhadap sesuatu ada masa kadaluarsanya
  • Panah flow menjadi titik proses perkembangan pengalaman manusia

Kotak-Kotak Manusia

Kotak manusia adalah manusia itu sendiri (kita). Kotak-kotak tersebut sejajar — secara kodrat manusia itu memang sejajar. Tidak ada yang paling tinggi, tidak ada yang paling rendah. Semua sama (persis dengan konsep semua bentuk di muka bumi sifatnya netral). Yang membuat manusia berbeda adalah pengalamannya (baik/buruk atau jahat, pandai/bodoh. percaya diri/penakut, dan semacamnya).

  • Kodrat manusia itu sejajar
  • Dan yang membedakan manusia dengan manusia lain adalah pengalaman

Fixed Mindset & Growth

Lingkup growth mindset (biru) memiliki cakupan luas di dalam tabel, sementara fixed mindset (merah) hanya sebagian kecil. Maksudnya apa? Garis biru menandakan bahwa cakupan growth mindset luas, ia adalah induk dari perkembangan manusia.

Namun, Fixed mindset yang ditandai dengan huruf ‘X’ atau silang, menandakan adanya faktor yang menghambat proses terjadinya perkembangan. Ia ada hanya akan membatasi manusia. Dengan adanya fixed mindset manusia terus terpaku pada kelemahannya, sementara seiring berjalannya waktu kelemahannya tidak berubah — merasa nyaman terhadap kepunyaannya atau pola pikirnya.

  • Growth Mindset bisa tonggak utama terjadinya proses perkembangan manusia
  • Fixed Mindset hanya akan menghambat proses tersebut

Akhir Kata

Manusia dapat berkembang melalui:

  1. Belajar dengan dibimbing oleh pengajar
  • tempatnya: sekolah-sekolah/perguruan-perguruan)

2. Belajar melalui pengalaman atau belajar mandiri dengan menerapkan coba-gagal (trial-eror)

  • tempatnya: setiap permukaan di muka bumi.

--

--

Student of Indonesian Education & Literature Department.

Love podcasts or audiobooks? Learn on the go with our new app.

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store